Houston - Sebuah virus komputer menginfeksi perangkat laptop yang digunakan di stasiun luar angkasa internasional, International Space Station (ISS). Adanya terjangan virus yang mampu mencuri password tersebut dikonfirmasi langsung oleh lembaga luar angkasa Amerika Serikat, NASA.
Sudah biasa memang virus menyerang komputer. Namun dalam kasus ini, pihak ISS dinilai ceroboh karena jika terjadi kerusakan sistim akibat virus, bisa jadi stasiun ISS yang penting peranannya dalam misi penyelidikan angkasa itu bakal celaka.
Dilansir The Register dan dikutip detikINET, Rabu (27/8/2008), ini bukan kasus pertama virus komputer menebar ancaman di ISS. Program jahat tersebut diidentifikasi bernama W32.TGammima.AG yang menyebar dengan mengkopi dirinya sendiri melalui perangkat penyimpanan.
Juru bicara NASA Kelly Humphries juga mengakui ini bukan kali pertama komputer ISS terserang virus. Untungnya komputer yang terinfeksi tidak mengendalikan kontrol pesawat atau perangkat krusial lainnya sehingga kemungkinan buruk tidak terjadi.
NASA tidak menyebut secara detail apakah komputer yang terinfeksi berhubungan langsung dengan sistem penting di ISS. Virus itu diduga menyebar dari kartu memori yang dipakai kosmonot Rusia, Sergey Volkov, dan untungnya segera dapat dikendalikan.
Search Engine
SPAM
Kali ini saya ingin menjelaskan tentang spam.... Mungkin banyak yang udah tau spam itu apa, tapi tau ga dimana "ibu kota" spam di dunia????
Spam alias e-mail sampah merupakan makanan sehari-hari para pengguna e-mail. Bagi yang ingin tahu negara penerima spam terbanyak di dunia pada bulan Juli, biro penelitian MessageLabs mengungkap bahwa jawabannya adalah Swiss.
Dilansir PeriscopeIt dan dikutip detikINET, Selasa (2/9/2008), status tak menyenangkan itu disandang Swiss ditengarai karena tersebar luasnya internet berbandwidth tinggi, banyaknya perusahaan top serta kulturnya yang multi bahasa.
Menurut MessageLabs, persentase rata-rata spam global mencakup 75,1 persen dari e-mail yang terkirim. Namun di Swiss, dari keseluruhan e-mail yang lalu lalang, 84,2 persen di antaranya adalah spam.
Memang, spammer biasanya membidik perusahaan-perusahaan besar. Karena itu, dengan banyaknya perusahaan keuangan atau farmasi di Swiss, penobatannya sebagai 'ibu kota' spam dianggap tak begitu mengejutkan.
"Meskipun bahasa Inggris merupakan bahasa yang paling umum, spammer makin sering memakai bahasa lokal. Dan dengan empat bahasanya, Swiss makin diminati para spammer," demikian analisis dari Paul Wood, analis senior di MessageLabs.
Selain itu terungkap bahwa dalam satu dari 60 e-mail yang beredar di Swiss mengandung virus. Persentase ini lebih tinggi dari angka rata-rata global, dimana 'hanya' satu dari 148 e-mail yang lalu lalang terkontaminasi virus.
Spam alias e-mail sampah merupakan makanan sehari-hari para pengguna e-mail. Bagi yang ingin tahu negara penerima spam terbanyak di dunia pada bulan Juli, biro penelitian MessageLabs mengungkap bahwa jawabannya adalah Swiss.
Dilansir PeriscopeIt dan dikutip detikINET, Selasa (2/9/2008), status tak menyenangkan itu disandang Swiss ditengarai karena tersebar luasnya internet berbandwidth tinggi, banyaknya perusahaan top serta kulturnya yang multi bahasa.
Menurut MessageLabs, persentase rata-rata spam global mencakup 75,1 persen dari e-mail yang terkirim. Namun di Swiss, dari keseluruhan e-mail yang lalu lalang, 84,2 persen di antaranya adalah spam.
Memang, spammer biasanya membidik perusahaan-perusahaan besar. Karena itu, dengan banyaknya perusahaan keuangan atau farmasi di Swiss, penobatannya sebagai 'ibu kota' spam dianggap tak begitu mengejutkan.
"Meskipun bahasa Inggris merupakan bahasa yang paling umum, spammer makin sering memakai bahasa lokal. Dan dengan empat bahasanya, Swiss makin diminati para spammer," demikian analisis dari Paul Wood, analis senior di MessageLabs.
Selain itu terungkap bahwa dalam satu dari 60 e-mail yang beredar di Swiss mengandung virus. Persentase ini lebih tinggi dari angka rata-rata global, dimana 'hanya' satu dari 148 e-mail yang lalu lalang terkontaminasi virus.
Subscribe to:
Posts (Atom)

